Selasa, 20 Januari 2015

contoh proposal tentang kemiskinan



KEMISKINAN PERKOTAAN
(Studi Kasus Faktor-Faktor Kemiskinan Masyarakat Pantai Paradiso
Kelurahan Oesapa Barat Kec. Kelapa Lima, Kota Kupang.
Nusa Tenggara Timur)
Sebagai Salah Satu Syarat dalam Mendapatkan Nilai Semester Pada Mata Kulia Metode Penelitian Sosial

OLEH :
RAMADHAN ABDURAHMAN
1103031031
JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2014


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 latar Belakang
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia adalah kemiskinan, kemiskinan dianggap sebagai salah satu permasalahan sosial yang kompleks. Bahkan dalam setiap pergantian pemimpin kemiskian senantisa menghiasi periode kepemimpinan tersebut. Padahal setiap mereka yang memimpin Negara Indonesia selalu membawa isu kemiskinan sebagai misi utama mereka disamping misi-misi yang lain.
Melihat gejala kemiskinan ini, menimbulkan beberapa pertanyaan bahwa  apakah kemiskinan sendiri merupakan sesuatu hal yang sengaja ciptakan ataukah kemiskinan sejatinya merupakan suatu yang ada dalam masyarakat selama masyarakat ada. atau dalam bahasa yang lain adalah bahwa kemiskinan adalah sesuatu yang mesti ada dalam masyarakat, lebih jauh bahwa kemiskinan menunjukan suatu perbedaan status dalam masyarakat sehingga kemiskinan itu merupakan sesuatu hal yang harus diciptakan ataukah kemiskinan diciptakan untuk kepentingan produksi seperti yang terjadi pada jaman “kapitalisme yang membutuhkan orang miskin” sehingga orang miskin diupayakan untuk tetap miskin demi kepentingan produksi dengan pekerjaan yang kotor.
Secara umum kemiskinan itu timbul bisa dilihat dari perubahan pola pekerjaan dari sektor agraris  ke sektor industri yang mengakibatkan adanya spesialisasi pekerjaan. Hal inilah menuntut keterampilan hidup (life skill) dari pada setiap  orang dalam bersaing mendapatkan peluang kerja. faktor inilah yang menunjukan bahwa kemiskinan diakibatkan dari tingkat pendidikan yang rendah yang mempengaruhi keterampilan hidup (life skill) masyarakat sehingga tersisi dari kesempatan sama pada pekerjaan yang layak.
Levitan (1980 : 3 ) mendefenisikan kemiskinan sebagai kekurangan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu standar yang layak. Hal yang senada pula disampaikan oleh Salim (1980 : 4) mengatakan kemiskinan merupakan sebuah kondisi kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Berdsarakan apa yang dikemukan oleh levitan dan Salim maka masyarakat Indonesia sebagian besar dikategorikan sebagai masyarakat miskin.
Dengan mendasarkan pada pernyataan yang dikemukan oleh levitan dan Salim tidak bedahnya dengan kondisi rill yang ada di Nusa Tenggara Timur, sehingga bisa dikatakan sebagai provinsi yang masyararakatnya tergolong masyarakat miskin. Adapun beberapa tempat yang ada di NTT tepatnya dalam kota Kupang memiliki kemiripan dengan pernyataan diatas. Daerah - daerah Seperti Oesapa Barat, Oesapa Selatan, Oesapa Tengah dan ada beberapa daerah lainnya.
Daerah – daerah di kota Kupang yang disebutkan diatas salah satu diantaranya  yang cukup memprihatinkan adalah daerah pantai Paradiso Oesapa Barat. Hal ini didasarkan pada kondisi rill yang jauh dari standar dan syarat kelayakan hidup ditinjauh dari aspek kesehatan, pendidikan, Ekonomi, ekologis dan sosio-kultural.
Pak Martin (2014) dalam wawancara menuturkan bahwa pendapatan perkapita masyarakat Oesapa Barat berada pesisir pantai Paradiso dibawa Rp. 750.000/bulan dengan spesialisasi pekerjaan sebagai penjual kapur, pemulung, nelayan, buruh musiman. Kemudian hampir sebagian bangunan rumah tempat tinggal masyarakat yang tinggal di daerah pantai paradiso Oesapa Barat masih menggunakan dinding bebak dengan atap alang.
Selain itu, dari observasi yang dilakukan terlihat letak sumur, kandang ternak, dan rumah tempat tinggal yang berhimpitan, tidak adanya selokan, dan tempat sampah sehinggga menimbulkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk yang berdampak pada sumber-sumber penyakit.
Berdasarkan deskripsi tentang kondisi kemiskinan perkotaan tepatnya pada masyarakat  Oesapa Barat seperti yang dikemukan diatas, peneliti ingin meneliti tentang “Kemiskinan Perkotaan (Studi kasus Faktor-faktor yang mempengaruhi Terjadinya Kemiskinan Masyarakat Pantai Paradiso Oesapa Barat. Kec. Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur)”.
1.2 Fokus Penelitian
Setelah melakukan penjelajahan umum (Grant Tour Observation) selama dua minggu tentang kehidupan masyarakat pantai paradiso Oesapa Barat sebagai tempat (place) penelitian. Pada daerah ini terdapat orang-orang (actors), yang mengerjakan (Activity), bertahan hidup dari kondisi kemiskinan yang terjadi.
1.      Pekerjaan masyarakat pantai Paradiso Oesapa Barat.
2.      Fakor-Faktor yang mempengaruhi kemiskinan Masyarakat pantai paradiso Oesapa Barat.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan fokus penelitian yang ditetapkan tersebut, maka maslah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apa pekerjaan masyarakat miskin pantai Paradiso Oesapa Barat ?
2.      Faktor apa saja yang mempengaruhi kemiskinan masyarakat Pantai paradiso Oesapa Barat ?
1.4 Tujuan Penelitian
            Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya kemiskinan masyarakat pantai Paradiso Oesapa Barat, kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
1.5 Manfaat Penelitian
            Berdasarkan tujuan dari pada penelitian diatas adapun manfaat dari pada penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Kemiskinan Perkotaan masyarakat Pantai paradiso Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dapat diklasifikasi sebagai berikut :
1.5.1 Manfaat Teoritis
1.      Semoga hasil penelitian ini mernajdi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan judul tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan perkotaan.
2.      Semoga hasil dalam penelitian ini bisa dijadikan pengebangan ilmu pengetahuan.
1.5.2 Manfaat Praktis
1.      Semoga hasil penelitian ini dijadikan rekomendasi kepada pemerintahan setempat untuk melakukan pembangunan di daerah pantai paradiso Oesapa Barat dalam menuntaskan permasalahan kemiskinan tersebut.





BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1  Penjelasan Konsep
2.1.1 Pengertian kemiskian
Kemiskinan dalam berbagai kepustakaan diartikan sebagai suatu standar hidup yang paling rendah. Levitan (1980 : 3 ) mendefenisikan kemiskinan sebagai kekurangan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu standar yang layak. Hal yang senada pula disampaikan oleh Salim (1980 : 4) mengatakan kemiskinan merupakan sebuah kondisi kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. 
Berdasarkan defenisi kemiskinan yang dikemukan oleh Levitan dan Salim maka sebagian besar masyarakat Indonesia dapat dikatakan sebagai masyarakat yang miskin, dengan merujuk kepada unsur-unsur yang
dikemukan yaitu kemiskinan adalah 1. Kurangnya barang-barang 2. Pelyanan-pelayan, dan 3. Pendapatan rendah dalam memenuhi kebutuhan pokok hidup secara layak.
Suyanto (1990 : 5-7) mengatakan ada tujuh faktor penyebab kemiskinan antara lain :
Ø  Pertama, kemiskinan terjadi adalah disebabkan oleh faktor alam (naturally poor).
Ø  Kedua, kemiskinan terjadi dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang dianut.
Ø  Ketiga, kemiskinan terjadi modal pembangunan.
Ø  Keempat, negara tidak memiliki orang yang terlatih, terddidk, atau tidak mempunyai pengelaman teknis dan administratif.
Ø  Kelima, penyebab kemiskinan selalu dikaitkan dengan dengan kecenderungan suatu bangsa.
Ø  Keenam. Negara menjadi miskin dikarenakan oleh begara-negara industri.
Ø  Ketujuh,  kemiskinan disebabkan oleh latar belakang sejarah masa lampuh.
         Kemiskinan tidak mudah didefenisikan  secara objektif, namun dapat dipahami dengan tolak ukur. Sayogyo (1978 : 3) mengatakan kemiskinan diukur dengan hasil panen beras. Selain itu collin (1992) mengukur kemiskinan dengan konsumsi giji yang dibutuhkan setiap hari.
2.1.2        Faktor-Faktor Kemiskinan
Setiap permasalahan timbul pasti karna ada faktor yang mengiringinya yang menyebabkan timbulnya sebuah permasalahan, begitu juga dengan masalah kemiskinan yang dihadapi oleh negara Indonesia. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemiskinan menurut Hartomo dan Aziz dalam Dadan Hudyana (2009:28-29) yaitu :
1).   Pendidikan yang Terlampau Rendah
Tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan seseorang kurang mempunyai keterampilan tertentu yang diperlukan dalam kehidupannya. Keterbatasan pendidikan atau keterampilan yang dimiliki seseorang menyebabkan keterbatasan kemampuan seseorang untuk masuk dalam dunia kerja.
2).   Malas Bekerja
Adanya sikap malas (bersikap pasif atau bersandar pada nasib) menyebabkan seseorang bersikap acuh tak acuh dan tidak bergairah untuk bekerja.
3).   Keterbatasan Sumber Alam
Suatu masyarakat akan dilanda kemiskinan apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka. Hal ini sering dikatakan masyarakat itu miskin karena sumberdaya alamnya miskin.
4).   Terbatasnya Lapangan Kerja
Keterbatasan lapangan kerja akan membawa konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat. Secara ideal seseorang harus mampu menciptakan lapangan kerja baru sedangkan secara faktual hal tersebut sangat kecil kemungkinanya bagi masyarakat miskin karena keterbatasan modal dan keterampilan.
5).   Keterbatasan Modal
Seseorang miskin sebab mereka tidak mempunyai modal untuk melengkapi alat maupun bahan dalam rangka menerapkan keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh penghasilan.
6).   Beban Keluarga
Seseorang yang mempunyai anggota keluarga banyak apabila tidak diimbangi dengan usaha peningakatan pendapatan akan menimbulkan kemiskinan karena semakin banyak anggota keluarga akan semakin meningkat tuntutan atau beban untuk hidup yang harus dipenuhi.
Suryadiningrat dalam Dadan Hudayana (2009:30), juga mengemukakan bahwa kemiskinan pada hakikatnya disebabkan oleh kurangnya komitmen manusia terhadap norma dan nilai-nilai kebenaran ajaran agama, kejujuran dan keadilan. Hal ini mengakibatkan terjadinya penganiayaan manusia terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain. Penganiayaan manusia terhadap diri sendiri tercermin dari adanya :
1) keengganan bekerja dan berusaha,
2) kebodohan,
3) motivasi rendah,
4) tidak memiliki rencana jangka panjang,
5) budaya kemiskinan, dan
6) pemahaman keliru terhadap kemiskinan.
Kartasasmita dalam Rahmawati (2006:4) mengemukakan bahwa, kondisi kemiskinan dapat disebabkan oleh sekurang-kurangnya empat penyebab, diantaranya yaitu :
1.  Rendahnya Taraf Pendidikan
Taraf pendidikan yang rendah mengakibatkan kemampuan pengembangan diri terbatas dan meyebabkan sempitnya lapangan kerja yang dapat dimasuki. Taraf pendidikan yang rendah juga membatasi kemampuan seseorang untuk mencari dan memanfaatkan peluang.
2.  Rendahnya Derajat Kesehatan
Taraf kesehatan dan gizi yang rendah menyebabkan rendahnya daya tahan fisik, daya pikir dan prakarsa.
3. Terbatasnya Lapangan Kerja
Selain kondisi kemiskinan dan kesehatan yang rendah, kemiskinan juga diperberat oleh terbatasnya lapangan pekerjaan. Selama ada lapangan kerja atau kegiatan usaha, selama itu pula ada harapan untuk memutuskan lingkaran kemiskinan.
4.  Kondisi Keterisolasian
Banyak penduduk miskin secara ekonomi tidak berdaya karena terpencil dan terisolasi. Mereka hidup terpencil sehingga sulit atau tidak dapat terjangkau oleh pelayanan pendidikan, kesehatan dan gerak kemajuan yang dinikmati masyarakat lainnya.
Nasikun dalam Suryawati (2005:5) menyoroti beberapa sumber dan proses penyebab terjadinya kemiskinan, yaitu :
1) Pelestarian Proses Kemiskinan Proses pemiskinan yang dilestarikan, direproduksi melalui pelaksanaan suatu kebijakan diantaranya adalah kebijakan anti kemiskinan, tetapi realitanya justru melestarikan.
2)    Pola Produksi Kolonial
Negara ekskoloni mengalami kemiskinan karena pola produksi kolonial, yaitu petani menjadi marjinal karena tanah yang paling subur dikuasai petani skala besar dan berorientasi ekspor.
3)    Manajemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Adanya unsur manajemen sumber daya alam dan lingkungan, seperti manajemen pertanian yang asal tebang akan menurunkan produktivitas.
4)    Kemiskinan Terjadi Karena Siklus Alam.
Misalnya tinggal di lahan kritis, dimana lahan ini jika turun hujan akan terjadi banjir tetapi jika musim kemarau akan kekurangan air, sehingga tidak memungkinkan produktivitas yang maksimal dan terus-menerus.
5)    Peminggiran Kaum Perempuan
Dalam hal ini perempuan masih dianggap sebagai golongan kelas kedua, sehingga akses dan penghargaan hasil kerja yang diberikan lebih rendah dari laki-laki.
6)    Faktor Budaya dan Etnik
Bekerjanya faktor budaya dan etnik yang memelihara kemiskinan seperti, pola hidup konsumtif pada petani dan nelayan ketika panen raya, serta adat istiadat yang konsumtif saat upacara adat atau keagamaan.
2.1.3        Jenis-jenis kemiskinan
        Berbicara tentang jenis-jenis kemiskinan, Sumodiningrat (1989) mengklasifikasikan kemiskinan menjadi lima jenis, yaitu kemiskinan absolut, kemiskinan relatif, kemiskinan kultural, kemiskinan kronis, dan kemiskinan sementara.
1. Kemiskinan absolut adalah apabila tingkat pendapatan seseorang dibawah garis kemiskinan atau sejumlah pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum (basic needs), antara lain kebutuhan pangan, sandang, kesehatan, perumahan, dan pendidikan yang diperlukan untuk hidup dan bekerja.
2. Kemiskinan relatif adalah apabila seseorang yang mempunyai pendapatan di atas garis kemiskinan, namun relatif lebih rendah dibandingkan dengan masyarakat sekitarnya. Kemiskinan relatif ini erat kaitannya dengan masalah pembangunan yang sifatnya struktural, yakni kesenjangan akibat kebiijaksanaan pembangunan yang belum menjangkau seluruh masyarakat.
3. Kemiskinan kultural adalah kemiskinan yang diakibatkan oleh acuan pada sikap seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh faktor budaya tidak mau berusaha untuk memperbaiki tingkat kehidupannya meskipun ada usaha dari pihak luar untuk membantunya.
4. Kemiskinan kronis adalah kemiskinan yang disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
·         Kondisi sosial budaya yang mendorong sikap dan kebiasaan hidup masyarakat yang tidak produktif.
·          Keterbatasan sumberdaya dan keterisolasian (yaitu daerah-daerah kritis sumberdaya alam dan daerah terpencil)
·         Rendahnya taraf pendidikan dan derajat perawatan kesehatan, terbatasnya lapangan kerja, dan ketidakberdayaan masyarakat dalam mengikuti ekonomi pasar.
5.      Kemiskinan sementara adalah kemiskinan yang terjadi akibat adanya :
·         Perubahan siklus ekonomi dari kondisi normal menjadi krisis ekonomi.
·         Perubahan yang bersifat musiman seperti dijumpai pada kasus kemiskinan nelayan dan pertanian tanaman pangan.
·         Bencana alam atau dampak dari suatu kebijakan tertentu yang menyebabkan menurunnya tingkat kesejahteraan suatu masyarakat.


BAB III
PROSEDUR PENELITIAN
2.1  Metode
        Untuk menemukan ganbaran tentang upaya bertahan hidup masyarakat miskin pantai paradiso Oesapa Barat dengan unsur-unsur pokok yang harus ditemukan dengan butir-butir fokus penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Maka digunakan metode penelitian kualitatif.
         Penelitian kualitatif pada hakikatnya adalah mengamati orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya (Nasution, 1988). Dalam penelitian  ini yang diamati adalah pekerjaan dari pada masyarakat miskin pantai paradiso Oesapa Barat dan ingin mengetahui faktor yang mempengaruhi kemiskinan di daerah tersebt.
2.2  Sumber Data dan Teknik pengumpulan Data
           Sumber data dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian. Dalam penelitian kualitatif, sampel sumber data dipilih dan mengutamakan perspektif emik artinya mementingkan pandangan informan, yakni bagaimana mereka memandang dan menafsirkan dunia dari pendiriannya. Peneliti tidak dapat memaksakan kehendaknya untuk mendapat data yang diinginkan.
          Sesuai dengan fokus penelitian, maka yang dijadikan sampel sumber data dan teknik pengumpulan data adalah seperti berikut :
1)      Untuk mendapatkan data tentang tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan adalah masyarakat yang berdomisi di pantai paradiso. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan studi dokumntasi, dan wawancara dengan beberapa masyarakat yang dipercaya untuk memberikan informasi.
2)      Untuk mendapatkan data tentang profil pantai paradiso, maka sumber datanya adalah pemerintah setempat.
3)      Untuk mendapatkan data tentang jumlah masyarakat miskinyang ada di pantai paradiso, maka data yang akan diambil adalah dari data statistik pemerintahan setempat.
2.3  Instrumen Penelitian
            Dalam penelitian ini instrumen penelitian yang utama adalah peneliti sendiri. Namun setelah fokus penelitian menjadi jelas maka dikembangkan penelitian secara sederhana, yang dapat mempertajam serta melengkapi data hasil pengamatan dan observasi.
2.4  Teknik analisis Data
          Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif., mengikuti konsep yang diberikan Miles dan Huberman dan Spradley.
          Miles dan Huberman (1984) dalam sugiyono mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus pada setiap tahapan penelitian sehingga sampai tuntas, dan data sampai jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan konklusin.


 
Selanjutnya menurut Spradley, teknik analisis data disesuaikan dengan tahapan dalam penelitian. Pada tahap penjelajahan dengan teknik pengumpulan data Grant Tour Quetsion, analisis data dilakukan dengan analisis domain, pada tahap menentukan fokus analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi, pada tahap selection, analisis data dilakukan analisis kompensional. Selanjutnya untuk sampai menghasilkan judul dilakukan analisis tema.
DAFTAR PUSTAKA
Didik, J.Rachbini, 1995. Negara dan Kemiskinan Daerah. Jakarta:Pustaka Sinar Harapan.
Gunawan, Sumodiningrat, 1998. Membangun Perekonomian Rakyat.Yogyakarta : Pustakek Pelajar.
Susanto, Hari, 2006. Dinamika Penanggulangan Kemiskinan Tinjauan Historis Era Orde Baru. Jakarta : Khanata.
Kleden, Ninuk Probonegoro & Alie Humaedi. Segoro & Negoro, 2010 Kemiskinan dari Perspektif Kebudayaan. Jakarta:LIPI.
Sugiyono, 2013. Memahami Metode Penelitian kualitatif, Bandung, Alfabeta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar